• Selamat Menunaikan Ibadah Puasa & Perubahan Jam Layanan Selama Bulan Ramadhan   • Pemberitahuan Pengenaan Biaya Administrasi Bank Ekonomi   • CBN Luncurkan CBN iControl, Layanan Internet Sehat dan Aman
  NEWS | TECH |JOB |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Hot Topic | Nutrition | Fit & Famous | Work Out | Natural Healing | Health Info | Medical Directory | Narkoba | Consultation |
 
   
Health News  
 




hanyawanita.com

Skizofrenia (Part 2): Schizophrenia is Treatable!
Health News Wed, 04 Nov 2009 13:35:00 WIB

Seperti pembahasan yang lalu mengenai penyakit skizofrenia, dimana Anda pun pastinya sudah lebih tahu seputar penyakit yang menyebabkan fungsi otak menjadi terganggu karena adanya ketidakseimbangan neurotransmitter ini.

Meskipun hingga kini belum ditemukan penyebab pasti seseorang terjangkit skizofrenia, namun penyakit ini masih bisa ditangani, sehingga kekambuhan yang kerap kali dirasakan oleh penderita skizofrenia bisa dicegah.

Para peneliti memfokuskan pada pengembangan generasi selanjutnya dari long-acting injections yang akan menggabungkan keuntungan antipsikotik generasi baru, dengan manfaat dari long-acting formulation, dengan sedikit rasa sakit saat dilakukan pengobatan.

Terapi biologis yang menggunakan obat antipsikotik merupakan salah satu terapi untuk menangani penyakit skizofrenia. Dimana, obat antipsikotik terdiri dari obat minum dan suntikan. Obat yang diminum, harus diminum oleh pasien setiap hari.

Sedangkan obat yang berupa suntikan, ada yang bekerja singkat (short acting) dan ada yang bekerja panjang (long acting). Suntikan kerja pendek diberikan kepada pasien fase akut. Sementara suntikan kerja panjang, diberikan untuk terapi pemeliharaan jangak panjang.

Perbedaan antara kedua jenis pengobatan atau terapi yakni obat minum dan obat suntik, memang cukup signifikan. Pasien yang mengkonsumsi obat minum, biasanya lama kelamaan akan merasa jenuh dengan rutinitas pengkonsumsian obat setiap hari. Sehingga tingkat kepatuhan pasien untuk mengkonsumsi obat, bisa saja tiba-tiba menurun.

Bahkan tidak sedikit yang menghentikan terapi karena beberapa alasan, seperti adanya efek samping, gangguan pikiran dan juga anggapan bahwa terapi adalah sesuatu yang percuma. Padahal, jika terapi dihentikan, dapat menyebabkan kekambuhan 4 kali lebih tinggi dari sebelumnya.

Selain itu, pasien yang terlanjur kambuh lagi setelah menghentikan pengobatan, membutuhkan waktu lebih dari 1 tahun untuk kembali pada kondisi sebelum sembuh. Dan dengan kekambuhan yang berulang, kondisi penderita skizofrenia bisa semakin memburuk dan tidak dapat kembali ke tingkat kesehatan sebelum kambuh.

Untuk itu, perlu adanya dukungan dari keluarga, orang-orang terdekat dan juga lingkungan sekitar. Dengan diberikannya pengawasan secara intensif kepada penderita skizofrenia, maka kepatuhannya untuk selalu mengkonsumsi obat, bisa dijaga, sehingga pasien merasa memiliki tambahan kekuatan dari keluarga dan orang terdekatnya.

Sementara itu, terapi dengan antipsikotik jenis suntikan kerja panjang, justri lebih dapat membantu kepatuhan dan mengurangi kekambuhan penyakit. Formula antipsikotik suntikan kerja panjang, terbagi dalam 2 generasi golongan obat yang berbeda, yaitu generasi lama (tipikal) dan generasi baru (atipikal).

Perbedaannya antara tipikal dan atipikal yakni obat antipsikotik suntikan kerja panjang dari generasi lama (tipikal) hanya dapat mengatasi gejala positif saja. Akan tetapi gejala lainnya tidak bisa tertangani. Selain itu, efek samping yang ditimbulkan masih cukup besar, seperti kekakuan otot dan nyeri saat penyuntikan.

Sedangkan suntikan kerja jangka panjang dari generasi baru (atipikal) dapat mengatasi berbagai gejala skizofrenia, termasuk gejala positif dan negatif, serta memiliki efek samping lebih sedikit, bila dibandingkan dengan generasi lama (tipikal).

Hal ini dimiliki oleh Risperidone Long-Acting Injection. Yang mana obat suntik ini merupakan jenis pengobatan atipikal antipsikotik generasi baru pertama dan juga telah diakui di 36 negara di Eropa dan 65 negara di seluruh dunia sebagai terapi skizofrenia. Di Indonesia sendiri, obat jenis ini merupakan satu-satunya yang tersedia sebagai suntikan formulasi dengan kerja panjang.

Terapi ini mengkombinasikan keampuhan, tolerabilitas, dan keamanan dari atipikal antipsikotik dengan keuntungan formulasi long-acting, dan hanya perlu diberikan dua minggi sekali, sehingga pasien tidak perlu lagi khawatir untuk ingat minum obat setiap hari.

Dan akhirnya, setiap pihak harus menyadari bahwa skizofrenia dapat menyerang siapa saja. Namun, dengan tindakan yang tepat dan cepat untuk segera mencari pertolongan kepada dokter psikiater, maka penyakit ini dapat ditangani dan diobati.

"Penyakit skizofrenia itu perlu diobati dan bisa diobati, serta harus diobati. Oleh karena itu, pemahaman mengenai penyakit ini perlu ditingkatkan, sehingga bisa cepat mendapatkan pertolongan," ujar dr. Ashwin. (Dee)

Sumber: hanyawanita.com




Other articles

Bahaya Terlalu Banyak Tidur
Wed, 04 Nov 2009 10:51:00 WIB
Kedelai Bagus untuk Sehat, Langsing, Cantik
Mon, 02 Nov 2009 16:01:00 WIB
Program 100 Hari, Menkes Fokuskan Pemerataan Tenaga Kesehatan
Sat, 31 Oct 2009 10:46:00 WIB

 

 
Majalah Inspire Kids Majalah Lisa Fajar.co.id Male Emporium
 
Agenda
 
September 2010
SMTWTFS
1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930
 
 
0.003%
dari seluruh air yang tersedia di bumi yang bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.
(Majalah Area)


 
Health Tips
 
Wed, 01 Sep 2010 14:45:00 WIB
Melawan Lemas Saat Puasa

 
Alternatif
 
Fri, 27 Aug 2010 10:00:00 WIB
Migrain? Ear Candle Therapy Saja!

 
Natural Healing
 
Wed, 25 Aug 2010 15:00:00 WIB
Semangka Kaya Khasiat (Citrullus vulgaris Schrad.)