Penutupan Layanan CBN Cable Internet (Wed, Jun 4 2014)
  NEWS | TECH |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Hot Topic | Nutrition | Fit & Famous | Work Out | Natural Healing | Health Info | Medical Directory | Narkoba
 
   
Health News  
 




Senior

Asap Hio & Obat Nyamuk
Picu Kanker Paru

Health News Mon, 17 Aug 2009 10:00:00 WIB

Asap yang menguar dari pembakaran hio dan obat nyamuk ternyata mengandung zat karsinogen (pemicu kanker). Berbagai penelitian pun menungkapkan bahwa paparan asap-asap tersebut dalam jangka lama dapat menyebabkan terjadinya penyakit pada saluran pernapasan atas dan juga meningkatkan risiko kanker paru.

Hio masih banyak digunakan di Asia dan India, tak hanya berkaitan dengan ritual agama tertentu. Berkembangnya terapi aroma, yang antara lain berupa hio, penggunaannya makin meluas. Tak heran, kita sering menjumpai hio yang dibakar di rumah, restoran, spa, bahkan kantor. Banyak orang di Amerika Serikat dan negara Barat juga tertarik pada hio.

Sebagai terapi aroma, hio memberi efek rileksasi. Namun, di balik itu, mengintai bahaya besar. Beragam jenis tanaman dan minyak digunakan untuk membuat hio. Ketika hio dibakar, banyak dari campuran ini menghasilkan zat pemicu kanker (karsinogen) yang sama dengan yang diproduksi asap rokok.

Karena itu, paparan asap hio dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker, terutama pada pernapasan, misalnya kanker paru sel skuamosa. Ini adalah tipe kanker paru yang banyak ditemui pada perokok.

Demikian diungkapkan Jeppe T. Friborg, MD, Ph.D, dari Department of Epidemiology Research, Statens Serum Institute, Kopenhagen, Denmark.

Friborg dan kolega pada 2004 melakukan studi yang melibatkan wanita non-Asia yang tinggal di New York City. Lebih dari seperempat dari mereka, sekitar 28 persen, dilaporkan rutin membakar hio selama hamil, dan paparan hio teridentifikasi secara bermakna sebagai sumber pemicu kanker.

Ventilasi harus baik

Studi untuk mengetahui dampak paparan asap hio dalam jangka panjang terhadap risiko kanker juga dilakukan di Singapura. Lebih dari 60.000 ribu etnis Cina yang tinggal di Singapura menjadi responden penelitian besar ini, yang dilakukan antara tahun 1993-1998 dan 2005.

Tidak ada responden yang memiliki kanker pada awalnya. Mereka diwawancarai secara rinci menyangkut pola makan dan gaya hidup, termasuk paparan asap hio. Sekitar tiga per empat responden (pria dan wanita) dilaporkan sebagai pengguna hio tetap. Di akhir studi diketahui bahwa 325 orang mengalami kanker saluran pernapasan atas dan 821 orang menderita kanker paru.

Atas berbagai hasil penelitian itu Dr. Norman Edelman dari the American Lung Association berujar, "Ini mungkin tidak sebanding dengan merokok sebungkus sehari selama 20 tahun, tetapi tetap saja berbahaya."

Pesan serupa juga diungkapkan Len Lichtenfeld, MD, dari American Cancer Society. "Risiko ini benar-benar nyata, jadi sebaiknya tidak diremehkan," ujarnya, seperti dikutip situs WebMD.

Meski demikian, bukan berarti kita sama sekali tidak boleh membakar hio. Demi menghindari efek samping, Friborg mengingatkan bahwa ventilasi atau sirkulasi udara yang baik harus diperhatikan bila kita ingin membakar hio, atau gunakan hio seminimal mungkin.

Obat nyamuk

Polusi udara di dalam rumah juga datang dari obat nyamuk bakar, yang masih banyak digunakan di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Selatan.

Sekitar 50 persen kematian karena kanker paru di Taiwan tidak terkait kebiasaan merokok, tetapi bersumber pada obat nyamuk bakar. Studi yang dilakukan para ahli dari Institute of Medicine, Chung Shan Medical University, Taichung, Taiwan, menunjukkan hal tersebut.

Studi ini dilakukan berdasar kasus di rumah sakit. Responden adalah 147 pasien kanker paru dan 400 orang sebagai kelompok kontrol. Mereka diberi pertanyaan menyangkut data demografi, pekerjaan, gaya hidup, paparan lingkungan di dalam ruangan (termasuk kebiasaan merokok, metode memasak, penggunaan hio di rumah, dan paparan asap obat nyamuk), juga ditanya tentang riwayat kanker dalam keluarga serta riwayat medis.

Hasilnya, paparan asap obat nyamuk paling sering ditemukan pada pasien kanker paru dibanding kelompok kontrol (38,1% : 17,8%). Risiko kanker paru secara bermakna lebih tinggi pada mereka yang sering (lebih dari tiga hari dalam seminggu) menggunakan obat nyamuk bakar daripada yang tidak menggunakan.

Pada penelitian lain terhadap empat merek obat nyamuk bakar buatan Cina dan dua merek dari Malaysia, diketahui adanya kandungan polycyclic aromatik hydrocarbons (PAHs), aldehydes, dan ketones. Kandungan polutan pada produk Malaysia lebih tinggi daripada produk Cina. Dalam asap obat nyamuk itu juga teridentifikasi komponen minyak terbang organik, termasuk karsinogen dan yang diduga karsinogen.

Dari studi tersebut terungkap bahwa paparan asap obat nyamuk bakar berisiko menyebabkan gangguan kesehatan akut maupun kronis. Itu karena asap obat nyamuk mengandung komponen yang dapat memberi efek iritasi sangat kuat pada saluran pernapasan atas, seperti formaldehida dan asetaldehida.

Para peneliti dari UC Riverside juga melaporkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives bahwa obat nyamuk bakar dapat melepaskan zat penyebab kanker. Bob Krieger, Travis Dinoff, dan Xiaofei Zhang dari departemen entomologi menggunakan obat nyamuk dari Asia yang dijual di California Selatan, menemukan bahwa produk tersebut mengandung S-2 atau octachlorodipropyl ether, yang sudah dilarang peredarannya di AS.

"Sangat mungkin juga obat nyamuk ini memapar penggunanya dengan bischloromethyl ether atau BCME, karsinogen paru yang kuat," ujar Krieger.

Paparan tinggi terjadi jika obat nyamuk itu digunakan sepanjang malam. Pasalnya, penjualan produk ini di AS tidak mencantumkan kandungan S-2, sehingga bisa disinyalir bahwa itu ilegal.

Setara rokok

Membakar satu obat nyamuk akan melepaskan PM2,5 sama besarnya dengan membakar 75-137 batang rokok. Emisi formaldehida dari satu obat nyamuk juga sama dengan membakar 51 batang rokok.

PM2,5 adalah partikel sangat kecil di udara (polutan) dengan diameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil, yang dapat menyebabkan penyakit pada pernapasan dan pembuluh darah jantung. Partikel ini umumnya datang dari aktivitas pembakaran.

Perkiraan tersebut karena orang biasanya membakar obat nyamuk dalam ruang sempit dan tertutup. Di dalamnya anak-anak dan orang dewasa tidur, sehingga konsentrasi partikel yang terhirup sangatlah besar.

Banyak orang juga biasanya membakar obat nyamuk sepanjang malam, setiap hari, selama bertahun-tahun, sehingga memberi akumulasi efek yang membahayakan.

Penyebab Lain

Faktor-faktor yang membuat kemungkinan seseorang untuk terkena kanker paru meningkat, antara lain:
• Merokok. Lebih dari 90 persen kasus kanker paru diakibatkan oleh kebiasaan merokok.
• Paparan asap. Tidak merokok, tetapi seringkali terpapar asap rokok.
• Mengisap ganja. Ganja mengandung lebih banyak tar dibanding tembakau, dan biasanya orang mengisapnya dalam-daiam, juga mengisapnya sampai habis sehatang, sehingga besarlah risiko terkena kanker paru.
• Peradangan berulang, misalnya karena tuberkulosis dan pneumonia.
• Paparan asbes. Merupakan penyebab terbanyak (50%) kasus mesothelioma.
• Bubuk talk. Beberapa studi terhadap penambang talk berisiko tinggi terkena kanker paru dan penyakit pernapasan lainnya, akibat paparan talk dalam ukuran industrial. Bedak talk dibuat dari mineral talk yang dalam bentuk aslinya mengandung asbes. Namun, bila sudah diproduksi menjadi bedak bayi atau bedak untuk wajah, sudah bebas asbes.
• Paparan bahan penyebab kanker di tempat kerja, seperti uranium, arsenik, vinyl chloride, nikel, bensin, batubara, dll.
• Riwayat kanker paru dalam keluarga.
• Polusi udara.
• Pola makan.
• Radon. Ini gas radioaktif yang tidak terlihat, tidak berbau, dan tidak terasa. Merupakan produk yang dihasilkan uranium.

Sumber: Senior




Other articles

Tekanan Darah Rendah Juga Bisa Bahaya
Sun, 16 Aug 2009 10:01:00 WIB
Bagaimana Cara Kerja Akupuntur?
Thu, 13 Aug 2009 11:18:00 WIB
Sehat dengan Segelas Yogurt
Fri, 14 Aug 2009 13:47:00 WIB

 

 
The Globe Journal Liputan6.com Indosiar.com DNA Berita
 
 
40%
kematian di usia muda pada orang dewasa disebabkan oleh kanker


 
Health Tips
 
Mon, 20 Oct 2014 14:58:00 WIB
Lima Kebiasaan Sehat Jokowi yang Patut Ditiru

 
Alternatif
 
Thu, 09 Oct 2014 16:53:00 WIB
Obati Asam Urat, Gunakan 5 Obat Herbal Ini

 
Natural Healing
 
Tue, 21 Oct 2014 15:14:00 WIB
Jokowi pun Minum Kunyit, Tengok 5 Manfaatnya