• E-mail Palsu Mengatasnamakan CBN   • Libur Memperingati Hari Natal   • Fasilitas Gratis Baru E-mail Spooling Filtering
  NEWS | TECH |JOB |TRAVEL |SHOPPING |ENTERTAINMENT |HEALTH |MAN |WOMAN| MAP |  
 
Hot Topic | Nutrition | Fit & Famous | Work Out | Natural Healing | Health Info | Medical Directory | Narkoba
 
   
Alternatif  
 




SuaraMerdeka

Terapi Autis dengan Berkuda
Alternatif Fri, 20 Apr 2012 12:30:00 WIB

SAAT ini terdapat berbagai cara yang dikembangkan untuk menyembuhkan autis pada anak. Salah satunya dengan melakukan terapi. Mulai dari terapi perilaku, terapi wicara, terapi bermain, terapi dengan lumba-lumba dan masih banyak lainnya, belakangan muncul teknik terapi autis dengan berkuda.

Terapi menunggang kuda itu memang belum banyak dilakukan di Indonesia, namun kini UGM telah membuka layanan terapi autis dengan berkuda. Program yang telah berjalan mulai awal Maret lalu itu dikembangkan oleh Gadjah Mada Equestrian Center (GMEC), suatu unit kegiatan yang dibentuk bersama-sama antara unit kegiatan mahasiswa (UKM) Berkuda UGM, laboratorium ternak potong dan kesayangan Fakultas Peternakan UGM, serta Direktorat Kemahasiswaan UGM.

Ketua GMEC Ir Edi Suryanto MSc PhD menyebutkan, terapi dengan berkuda itu merupakan salah satu program yang ditawarkan oleh GMEC. Hingga saat ini terdapat 6 murid yang mengikuti terapi autis dengan berkuda, lima di antaranya dari Sekolah Autis Fajar Nugraha, dan satu orang dari SLB Damayanti.

Disampaikan, anak-anak penderita autis disini diajak untuk berinteraksi dengan kuda, kegiatan itu diharapkan mampu membantu konsentrasi pada penderita. Selain itu juga membantu dalam bersosialisasi dengan anak-anak lainnya. "Anak anak diberikan kegiatan mulai dari dilatih memberi makan, menyisir rambut dan ekor, memandikan, memasang pelana serta menunggang kuda," ungkapnya.

Terapi itu dituturkannya, mampu membantu konsentrasi dan mengurangi agresifitas penderita autis. "Berinteraksi dengan kuda menimbulkan rasa senang pada anak autis serta membantu memfokuskan konsentrasi," jelasnya.

Psikolog perkembangan anak UGM Prof Endang Ekowarni menyebutkan, terapi berkuda tergantung pada kondisi pasien dan terapis. "Semua sangat tergantung pada kondisi penderita serta kemampuan pelatih dalam melakukan terapi," tambahnya.
(Bambang Unjiato/CN33)

Sumber: SuaraMerdeka




Other articles

Telur Direbus Pakai Urine Dipercaya Cegah Stroke
Tue, 03 Apr 2012 10:42:00 WIB
Terapi Melawan Kanker dengan Makanan Masih Kontroversial
Wed, 22 Feb 2012 11:24:00 WIB
Tusuk Jarum Terbukti Bisa Bikin Cepat Hamil
Mon, 30 Jan 2012 10:00:00 WIB

 

 
Bisnis Indonesia DNA Berita conectique.com www.duniafitnes.com
 
 
40%
kematian di usia muda pada orang dewasa disebabkan oleh kanker


 
Health Tips
 
Sun, 02 Jun 2013 09:10:00 WIB
Ini Dia 5 Cara Menjaga Tubuh Tetap Fit Meski Seharian di Kantor

 
Natural Healing
 
Mon, 03 Jun 2013 15:10:00 WIB
Si Merah Pencegah Kanker