: Cybermed|0|0|5|4247 > HealthNews
   

Senior

Maag Kronis, Apa Obatnya?
HealthNews Thu, 17 Jan 2008 10:53:00 WIB

Seorang wanita mengeluhkan penyakit maag yang sudah dideritanya sejak lama. Karena bosan minum obat, dia ingin tahu obat herbal alami untuk penyakitnya itu. Apa ada?

"Saya wanita, 26 tahun. Sejak SMP mengalami gangguan pencernaan seperti mual, nafsu makan sangat menurun. Kata dokter saya punya penyakit maag.

Dengan berjalannya waktu, setelah check up ke rumah sakit, maag saya dinyatakan sudah kronis (gastritis). Saya belum melakukan endoskopi karena takut. Sudah minum obat dari dokter selama dua minggu, tetapi penyakit belum sembuh juga. Saya sudah sering makan untuk mengurangi rasa sakit dan nyeri pada uluhati akibat gas asam lambung meningkat.

Saya sungguh sangat menderita mengalami hal ini. Mulut tak bisa istirahat karena setiap menit saya harus mengonsumsi makanan supaya lambung tidak kosong. Saya juga bosan minum obat. Obat pun tidak boleh dikonsumsi lebih dari dua minggu karena akan mengakibatkan ketergantungan pada lambung.

Mohon saran, apa obat herbal alami yang baik agar penyakit saya segera sembuh? Apa bila saat ini saya sedang terapi makan, berapa lama saya harus makan seperti itu?"

T.M.Hst., Ciputat


Pastikan Jenisnya
T.M.Hst. di Ciputat,

Saya bisa ikut merasakan penderitaan Anda. Sekian tahun lamanya merasakan nyeri di uluhati, harus terus minum obat, dan menata diet, serta perlu sering makan, betapa tidak gampang. Memang seperti itulah terapi penyakit lambung.

Yang perlu Anda lakukan sekarang adalah memastikan apa jenis penyakit lambungnya. Pengertian maag sendiri bisa bermacam-macam. Di mata medis, penyakit maag dapat berarti hanya radang lambung ringan atau gastritis, atau sudah berupa tukak (luka) pada dinding lambung (mukosa).

Radang lambung atau gastritis biasanya lantaran tidak cocok makanan, makanan terlampau merangsang, terkena duri ikan, pengaruh kerasnya obat atau jamu. Peradangan lambung biasanya akan mereda sendiri, dengan atau tanpa obat lambung. Yang sama bisa terjadi juga oleh kejadian salah makan.

Bila makanan atau minuman tercemar bibit penyakit, lambung bisa meradang juga. Bersamaan dengan itu usus halus pun terkena pula. Gejala mencret atau diare oleh cemaran kuman berasal dari apa yang kita konsumsi disebut radang lambung dan usus (gastroenteritis). Dengan antibiotika, biasanya segera dapat diatasi. Radang lambung dan usus mereda dengan cepat.

Radang lambung dapat terjadi pada siapa saja. Biasanya bersifat dadakan. Mungkin juga sebab kecelakaan. Percobaan bunuh diri dengan meminum karbol, lisol, obat antinyamuk, misalnya. Bahan kimiawi jenis ini bersifat korosif, sehingga merusak dinding dalam lambung. Akibatnya lambung meradang juga.

Helicobacter pylori

Namun, tidak demikian kalau lebih dari sekadar radang lambung belaka. Yang terjadi pada dinding dalam lambung adalah proses penggerogotan lapisan selaput lendir lambung yang halus dan lembut itu.

Kita tahu, lapisan selaput lendir lambung dilindungi oleh hormon pelindung gastrin. Kendati terpapar cairan asam lambung yang derajat keasamannya amat pekat (pH 4,0) dan dapat menghancurkan bahan plastik, lapisan selaput lendir lambung tetap tidak dirusaknya.

Dahulu lapisan selaput lendir lambung menjadi rusak dianggap karena keasaman lambung yang tinggi atau berkurangnya pelindung gastrin. Belakangan dalam proses pengrusakan lapisan selaput lendir lambung ditemukan penyebab lainnya, yakni kuman Helicobacter pylori.

Kuman jenis itu yang untuk waktu lama terus menggerogoti selaput lendir lambung sehingga terbentuk tukak. Tukak lambung berupa kawah-kawah kecil di permukaan lapisan selaput lendir lambung. Semakin lama kawah yang mungkin terbentuk lebih dari satu itu, semakin menggerowong hingga pada akhirnya bisa menjebol dinding lambung (gastric perforation).

Peristiwa jebolnya diding lambung yang umumnya menimbulkan keadaan gawat darurat perut (acute abdomen). Isi lambung tumpah memasuki rongga perut, merusak dan mencederai bagian rongga parut. Mendadak terserang nyeri perut hebat tak terkira (kolik), demam, muntah bercampur darah. Kasus demikian perlu ditolong segera.

Endoskopi

Untuk memastikan seperti apa, dan sudah seberapa parah suatu gangguan lambung, perlu dilakukan pemeriksaan endoskopi. Dengan memasukkan selang kecil berujung alat optik melalui mulut, keadaan kerongkongan, lambung, dan usus duabelas jari akan jelas terpantau.

Bukan saja pada lambung, tukak atau peradangan juga dapat terjadi pada saluran cerna di bagian lebih atas dari lambung, yakni kerongkongan, dan bagian yang lebih bawah dari lambung, yakni usus duabelas jari.

Keluhan dan gejala gangguan bukan di lambung kurang lebih sama. Kalau peradangan di kerongkongan, ada rasa panas di leher, nyeri, dan sulit menelan. Adakalanya terjadi karena asam lambung tumpah balik (GERD, gastraesophageal reflux diseases). Radang atau tuka di usus duabelas jari dan nyeri uluhati sering terjadi pada dini hari. Berbeda dengan radang atau tukak lambung, gangguan usus duabelas jari tak mereda setelah diisi makanan.

Pada orang-orang tertentu, karena klep penahan dari pintu masuk lambung dengan kerongkongan kurang baik fungsinya, asam lambung tumpah berbalik ke atas memasuki kerongkongan (GERD). Keluhan dan gejalanya seperti maag juga, tetapi sering terasakan pagi hari sewaktu bangun tidur. Ada rasa terbakar di dada, dan leher. Diperlukan obat untuk mengurangi keasaman lambungnya dan dianjurkan tidak makan kelewat kenyang waktu malam hari.

Pemeriksaan Darah

Untuk mengetahui apakah gangguan lambung disebabkan oleh kuman atau bukan, perlu dilakukan pemeriksaan darah khusus. Dengan cara demikian, tanpa perlu melakukan endoskopi, dari darah saja sudah dapat diungkap apakah penyebab gangguan lambung kuman atau bukan.

Apabila positif ada kuman Helicobacter pylori, terapinya akan lebih terarah. Tentu berbeda terapi hanya jika cuma radang lambung dengan terapi jika kuman penyebabnya.

Hampir sebagian besar gangguan lambung, kuman Helicobacter pylori penyebabnya. Untuk kasus demikian, obat maag biasa tidak mencukupi. Perlu diberikan antibiotika juga untuk membasmi kuman perongrong lambung.

Antibiotika dan diet

Bila dalam pemeriksaan darah positif ada kuman Helicobacter pylori, diputuskan untuk pemberian antibiotika sekurang-kurangnya tiga minggu terus-menerus. Tanpa pemberian antibiotika, kuman masih hidup karena obat maag hanya meredakan luka atau kerusakan yang ditimbulkannya.

Kasus gangguan lambung dengan kuman hanya diobati dengan obat maag biasa, bahkan yang paling mutakhir sekalipun, akan sia-sia saja karena penyebab gangguan lambung, yakni kuman, masih tetap ada.

Selain antibiotika, diberikan juga obat maag lazimnya. Jenis obat maag sendiri ada beberapa jenis, sesuai dengan mekanisme kerjanya. Ada yang menekan produksi asam lambung, ada yang meredam asam lambungnya, dan ada pula yang bersifat meredakan nyeri lambung juga. Kombinasi dari berbagai jenis obat maag akan membantu meredakan keluhan dan gejala gangguan lambung.

Sebagaimana halnya segala jenis obat, tidak baik efeknya kalau dikonsumsi untuk waktu lama. Obat maag tergolong jenis obat yang perlu dikonsumsi untuk waktu lama. Kalau memang ada indikasinya, dengan mempertimbangkan maslahatnya, obat diputuskan terus dikonsumsi (risk-benefit ratio).

Pada kasus gangguan lambung ada kuman Helicobacter pylori dan hanya diobati dengan obat maag belaka, itu keputusan yang tidak tepat. Selama kumannya masih tetap belum dibasmi, penyakit tak akan sembuh. Sampai kapan pun obat maag diminum, hanya menghilangkan keluhan belaka. Penyakitnya tetap saja ada. Di sini risk-benefit ratio-nya tidak imbang. Lebih besar risikonya ketimbang manfaatnya karena obat yang paling tepat mestinya antibiotika.

Selain tertib minum obat berminggu-minggu, diet pun perlu ketat. Semua jenis makanan dan minuman yang merangsang, seperti pedas, masam, kopi, alkohol, kimiawi obat, buah tertentu perlu dipantang ketat. Sekali salah makan, gangguan lambung gampang kambuh. Dan sekali kambuh, perlu waktu lama menyembuhkannya.

Pasien maag perlu waspada setiap mendapat resep dokter. Informasikan kepada dokter yang belum mengenal kita kalau kita mengidap gangguan lambung supaya tidak dipilihkan obat yang efek sampingnya berpotensi mengganggu lambung.

Cara makan pun perlu diperhatikan. Pilih cara makan sedikit-sedikit tetapi sering dan tidak sekaligus banyak. Jenis makanan yang keras dan sukar dicerna, atau mengunyah makanan kurang lama, jenis makanan alot, kasar, duri ikan, secara mekanis merusak selaput lendir lambung juga. Idealnya makan biskuit setiap beberapa jam. Kalau takut gemuk, pilih biskuit asin.

Soal obat herbal, saya tidak menguasai. Yang saya tahu jenis kunir, temulawak, madu (royal jelly) bermanfaat bagi saluran pencernaan. Anda bisa mencobanya. Saya kira yang Anda alami masih mungkin untuk disembuhkan. Periksalah darah melihat ada tidaknya kuman Helicobacter pylori di laboratorium klinik dekat tempat tinggal Anda. Semoga ini membantu. Salam.

Oleh:
Dr. Hendrawan Nadesul
Dokter Umum

Sumber: Senior