| |
|
 
Inilah Terapi Sederhana Atasi Kejang Epilepsi Alternatif Tue, 19 Jun 2012 09:24:00 WIB Gustia Martha Putri - Okezone
SELAIN terapi obat anti-epilepsi (OAE), ada cara tradisional mengatasi dan mengantisipasi kambuhnya kejang epilepsi. Apakah itu? Menurut hasil penelitian terbaru dari Dr. Kurnia Kusumastuti, Sp.S(K), yang merupakan Ketua Kelompok Studi (Pokdi) Epilepsi, mengontrol kejangan epilepsi dapat dilakukan dengan cara sederhana, yakni memencet ibu jari tangan. "Selain obat kimia, saya meneliti untuk disertasi S3 tentang pengobatan epilepsi yang bukan kimia, yaitu dipencet ibu jari tangannya. Untuk mengurangi penyebab kejang atau timbulnya bangkitan (kambuh kejang epilepsi), saat terjadi kejang atau sebagai terapi pencegahan," tutur Kurnia usai seminar media bertema Tatalaksana yang Tepat Sangat Diperlukan untuk Mengontrol Serangan pada Penyandang Epilepsi (PE) Wanita dan Anak di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (14/6/2012). Kurnia terinspirasi meneliti cara tradisional dengan memencet ibu jari tangan ini dari sebuah mitos. "Dulu, orang mengira penyakit epilepsi ini merupakan penyakit kutukan, maka mereka pergi ke dukun. Dan, dukun memencet ibu jari pasien. Tapi, kok ya bisa sembuh. Saya cari ilmiahnya. Ternyata, syaraf-syaraf pada ibu jari tangan ini padat dan memiliki prosentase yang luas di otak. Jadi, bisa turut membantu menghambat terjadinya gangguan listrik yang tinggi di otak," jelasnya. Saat ibu jari dipencet, kata Kurnia, bisa menimbulkan rasa nyeri. Rasa nyeri tersebut akan dialirkan ke otak sehingga terjadi hambatan listrik. "Kebangkitan epilepsi disebabkan karena terjadi gangguan listrik yang tinggi pada otak. Listrik yang tinggi itu bisa karena disebabkan oleh penyakit yang dari otak, bisa karena penyakit yang di luar otak. Itu semua bisa menyebabkan listrik yang tinggi," tutupnya. Memencet ibu jari ini bisa dijadikan sebagai sebuah terapi yang membantu mengatasi dan mengantisipasi terjadinya bangkitan. "Caranya, pencet ibu jari selama 30 detik, lalu 30 detik lepas. Kemudian pencet lagi, lalu lepas lagi sampai muncul rasa nyeri, tapi sampai jangan nyeri berlebihan. Karena kalau nyeri berlebihan akan menimbulkan stres, kalau stres terus, justru memicu bangkitan. Hal ini dapat pasien lakukan ketika sedang menonton televisi, atau duduk di kendaraan. Memencet jempol ini bisa dilakukan saat terjadi kejang oleh kerabat si pasien agar lebih cepat berhenti," imbaunya. Kendati demikian terapi pencet ibu jari ini tidak dapat dijadikan pengganti terapi obat. "Pencetan tidak bisa menggantikan terpai OAE. Ini manfaatnya hanya untuk membantu obat untuk lebih cepat bekerja, sehingga tidak perlu waktu terlalu lama untuk mengontrol kejang, serta membuat pasien tidak memerlukan dosis yang terlalu tinggi," katanya. (tty)
|  |
 
Other articles
|
|
|
|